Home » Utama » Ekonomi & Bisnis » Rogoh Kocek Rp 2,26 T, TPS Tambah Alat Canggih
Countainer Crane (foto ilustrasi)

Rogoh Kocek Rp 2,26 T, TPS Tambah Alat Canggih

SURABAYA, BERKASNEWS.COM -Dalam rangkah peningkatan produktivitas PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus melakukan pembenahan serta melakukan penambahan alat, untuk mendukung kegiatan bongkar muat peti kemas baik International maupun Domistik. Untuk merealisasikan itu semua PT TPS  harus rogoh kocek  hingga 2, 26 Triliun.

” saat ini sudah dilelang, akhir tahun  2020 semua alat itu datang,” tutur Endot Endrardono, Dirut PT TPS, Jumat (10/ 5)

Adapun penambahan alat yang digadang-gadang mampu mendongkrak produktifitas ini meliputi 4 Container Crane (CC) tipe Twinlift, 24 unit Rubber Tyred Gantry (RTG ) Crane, 100 unit terminal tractor (head truck), dan 78 sasis.

“sebetulnya pengadaanya 8 CC, tapi untuk tahap pertama ini, 4 CC,” kata pria kelahiran Bojonegoro ini.

Seperti kita ketahui bahwa saat ini,  anak perusahaan PT Pelindo III ini mengoperasikan 15 unit CC, namun yang 3 unit dalam keadaan rusak dan usang, ” 12 unit ini yang masih beroperasi , 10 unit kami maksimalkan di internasional dan 2 unit untuk domestik,” urainya

Untuk itu tidak berlebihan jika Perusahaan yang 100 persen sahamnya kembali ke Ibu Pertiwi belum lama ini  men target memungut pertumbuhan dengan frekuensi layanan lebih cepat dan meningkat.

“Saya nggak berani sombong dengan target, sebab saat ini kami masih meneruskan alat-alat yang lama, baru nanti kalau semua alat tersebut sudah datang” ujarnya

Menyinggung traffic bongkar muat peti kemas saat Ramadan dan menjelang Idul Fitri 1440 H/2019, Endot mengatakan, tidak mengalami hambatan. Artinya, di bulan puasa ini, arus peti kemas di TPS tidak terjadi penurunan alias tetap normal. “Nggak ada pengaruhnya. Karena secara data historis kami, di TPS ini hampir 81 persen market share atau pangsa pasarnya adalah internasional,” tuturnya.

Disinggung terkait Dwelling Time yang masih menjadi isu pelambatan masa bongkar muat? Endot mengaku, tidak ada peti kemas yang menumpuk hingga berhari-hari atau bahkan sampai 5-6 hari.

“Kewajiban TPS ini kan gate in dan gate out,  jadi tidak lebih dari itu.  Dwelling Time di TPS hanya satu jam,” tegasnya

Bahkan kata Endot, untuk mengantisipasi itu TPS tetap memberlakukan pengetatan dengan pengenaan sanksi penalti bagi peti kemas yang berlama-lama di container yard.(Han)

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Check Also

Pelindo III Standarisasi LayananTerminal Penumpang, Panglima Utar Kumai Diresmikan

KUMAI, BERKASNEWS.COM– Bukan Hanya terminal Penumpang di Pelabuhan Kelas Utama (Tanjung Perak-red) yang setara dengan ...