Pelabuhan Probolinggo Alternatif Pemerataan Ekonomi di Jatim

0
7
Tengah: Ansori dan petinggi pelabuhan probolinggo saat pembahasan dan persiapan Probolinggo jadi pangkalan tol Laut

Probolinggo Jadi Pangkalan Tol Laut

PROBOLINGGO,BERKASNEWS.COM –  Nampaknya wacanana Pelabuhan Probolinggo, Jawa Timur yang mau dijadikan Pangkalan Tol Laut  bukan hanya rencana belaka, Namun langkah mewujudkan hal tersebut terus dilakukan dengan melakukan pembahasan dan persiapan yang diperlukan, hal ini di suport oleh Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak Surabaya. Bahkan, dukungan atas rencana tersebut diikuti kemampuan Pelabuhan Probolinggo menyediakan sarana dan prasarana (sarpras), termasuk kesiapan lapangan penumpukan di dermaganya.dengan tujuan agar ada pemerataan ekonomi,“ kami sangat mendukung. Dengan begitu, akan ada pemerataan ekonomi masyarakat di Jawa Timur,” kata Ansori, Kasi Bimbingan Usaha dan Jasa Kepelabuhanan Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak Surabaya  Selasa(18/9/2018).

Menurut Ansori, Tol Laut yang dijadikan angkutan massal untuk jalur transportasi laut tersebut terbagi dalam tiga bagian. Masing-masing bagian antara lain, sebagai angkutan penumpang, barang dan pengangkutan hewan. “Ketiganya, mampu ditampung pengangkutannya sesuai dengan kapasitas dan kelayakan yang ada di Pelabuhan Probolinggo,”  katanya

Lanjut Ansori, persiapan Pelabuhan Probolinggo sebagai Pangkalan Tol Laut dan Kesiapan Lapangan sudah pada tingkat pembahasan bersama stakeholder di pelabuhan setempat. Dalam pembahasan tersebut diungkapkan, Pelabuhan Probolinggo dinilai mencukupi untuk pemenuhan sarana dan prasarana menampung sandarnya kapal Tol Laut. “Mulai dari alat pembongkaran, penumpukan sampai dengan dermaga dan sumber daya manusianya (SDM), semua ada di Probolinggo,” ungkap Ansori dikonfirmasi usai mengikuti bahasan di Terminal Baru Pelabuhan Probolinggo, Jumat (14/9/2018) lalu.

Hanya saja, kata Ansori, rencana Pelabuhan Probolinggo yang digunakan Pangkalan Tol Laut tetap harus melalui kajian yang terukur dan analisa matang. Rencananya, kapal tol laut yang akan sandar berukuran 3.000 Gross Tonnage (GT) dengan panjang lebih 70 meter dan dikenda