Tipu Ratusan Juta Eduard Rudy, Dituntut 5 Bulan Penjara

0
12
Terdakwa Eduard Rudi

SURABAYA, BERKASNEWS.COM-  Sidang lanjutan dugaan penipuan dan penggelapan yang melibatkan pengacara Ir Eduard Rudy Suharto SH sebagai terdakwa kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (11/12/2018) dengan agenda tuntutan.

Sidang digelar  pembacaan berkas tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nurahman dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim.terdakwa yang berprofesi sebagai Pengacara ini akhirnya dituntut ringan. Hanya lima bulan penjara.

“Menyatakan terdakwa secara sah dan menyakinkan terbukti bersalah melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan sesuai pasal 372 dan 378 KUHP. Memohon majelis hakim menjatuhkan hukuman lima bulan penjara,” kata jaksa membacakan berkas tuntutan.

jaksa mengatakan bahwa vonis yang dijatuhkan nanti dipotong masa penahanan yang dijalani terdakwa. “Terhitung sudah 15 hari (equivalen 3 bulan tahanan kota) masa penahanan terdakwa sejak dikeluarkannya penetapan (penahanan, red). Memang, terdakwa tidak ditahan didalam sel, karena statusnya sebagai tahanan kota,” terang  jaksa.

Menanggapi ringganya tuntutan yang dijatuhkan, jaksa kepada terdakwa Eduard Rudi, jaksa berdalih bahwa terdakwa menyatakan sanggup untuk membayar kerugian yang diderita korban. Menjadi pertanyaan karena molornya sidang tuntutan selama 3 kali sidang, apakah berkaitan dengan upaya pembayaran ini?

Meski Demikian pihak terdakwa pun masih merasa keberatan atas tuntutan yang hanya 5 bulan ini, terdakwa yang didampingi tim penasehat hukum pun mengajukan pembelaan (pledoi) pada agenda sidang selanjutnya.

Padahal sebagai pengacara yang selama ini menjadi bagian dari tegaknya dunia hukum, semestinya bisa menjadi bagian yang memberatkan untuk tuntutan dan putusan kepada Eduard Rudy.

Sekedar mengingatkan bahwa  sebelumnya, Eduard Rudy dituding melakukan penggelapan uang yg seharusnya digunakan untuk membeli rumah. Sebagai pelapor adalah Dian Sanjaya, pengusaha yg menyerahkan uang ke Eduard Rudy senilai Rp3,9 miliar untuk mengikuti lelang rumah di Pakuwon.

Sampai batas waktu yang ditentukan, ternyata rumah tidak terbeli. Proses mediasi dan perdamaian dilakukan sampai Eduard Rudi berkewajiban mengembalikan Rp3,59 miliar. Kekurangan Rp310 juta tidak dibayarkan, sehingga penyidik Polda dan Kejati Jatim menetapkan kasus ini sudah P-21 untuk dikirim ke Pengadilan. Surat pencabutan laporan dianggap korban tidak berlaku karena ada syarat yang tidak dipenuhi Eduard.

Adapun rencana Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembelaan oleh pihak terdakwa. (an/aji)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.